Aku pertama kali tertarik dengan permainan angklung ketika aku masih TK, tepatnya waktu aku berumur 5 tahun. Saat itu aku tertarik dengan bagaimana orang orang bisa secara bergiliran membuat suatu lagu, bersama.
saat akan dilaksanakan pementasan, aku yang masih kecil juga polos tapi lucu duh maaf garing ini, bukannya bermain angklung tapi malah mengikuti gerakan guru yang sedang memberi aba-aba. Momen itu menjadi momen lucu yang terpotret dalam perjalanan masa kecilku.
Yap, benar benar "terpotret" karena potonya masih ada sampai sekarang di rumahku.
Petualangan itu dilanjutkan saat aku mengenal angklung di masa smpku. Di SMPN 44, eskul angklung adalah salah satu kebanggaan besar dan merupakan eskul yang penuh dengan kualitas. Pelatihnya dikenal yang terbaik dan merupakan "tetua" mengenai angklung di kota Bandung. Dia master dan memang begitulah, ketika kami sedang memainkan lagu dia bisa menebak nada yang mana dan dimana kesalahan yang pemain lakukan, misalnya ayunan angklung yang fals atau main di saat yang salah. Persis J.K Simmons si pelatih orkestra yang killer di "whiplash".
Indahnya bermain angklung, alunan nadanya yang membuai aku untuk selalu menyanyikannya di kamar mandi ( tentu saja dengan not angka aku menyanyikannya karena kami bermain dengan not hehe) dan susunan angklung yang dengan seluruh setnya dapat memainkan nada Do-A sampai Do-G (dengan rumus 1-1-1/2-1-1-1-1/2) mengakibatkan bermain angklung merupakan salah satu kenangan yang bisa aku ingat, dan aku rayakan selamanya.
saat akan dilaksanakan pementasan, aku yang masih kecil juga polos tapi lucu duh maaf garing ini, bukannya bermain angklung tapi malah mengikuti gerakan guru yang sedang memberi aba-aba. Momen itu menjadi momen lucu yang terpotret dalam perjalanan masa kecilku.
Yap, benar benar "terpotret" karena potonya masih ada sampai sekarang di rumahku.
Petualangan itu dilanjutkan saat aku mengenal angklung di masa smpku. Di SMPN 44, eskul angklung adalah salah satu kebanggaan besar dan merupakan eskul yang penuh dengan kualitas. Pelatihnya dikenal yang terbaik dan merupakan "tetua" mengenai angklung di kota Bandung. Dia master dan memang begitulah, ketika kami sedang memainkan lagu dia bisa menebak nada yang mana dan dimana kesalahan yang pemain lakukan, misalnya ayunan angklung yang fals atau main di saat yang salah. Persis J.K Simmons si pelatih orkestra yang killer di "whiplash".
Indahnya bermain angklung, alunan nadanya yang membuai aku untuk selalu menyanyikannya di kamar mandi ( tentu saja dengan not angka aku menyanyikannya karena kami bermain dengan not hehe) dan susunan angklung yang dengan seluruh setnya dapat memainkan nada Do-A sampai Do-G (dengan rumus 1-1-1/2-1-1-1-1/2) mengakibatkan bermain angklung merupakan salah satu kenangan yang bisa aku ingat, dan aku rayakan selamanya.



Comments
Post a Comment