Bersama keluarga ayah berpose dengan tampang paling bengeut sepanjang hidup. (yha, di kiri bawah masih kecil) Waktu aku masih kecil, semuanya terlihat kecil. Ya iyalah kan akunya juga kecil hehehe garing. Dan semua yang menjadi momen penting dimasa kecilku mungkin selalu terekam dengan baik di otak dan menjadi memori yang berkesan untuk diputar kembali sekarang. Masa kecilku adalah masa yang benar benar sederhana; kebahagiaan yang menghasilkan aku denganlucu,sehat, dan tersenyum. Tidak ada yang lebih, tiada lain yang kurang daripada semua itu. Dan saat aku kecil, semua yang aku lakukan serasa sejuk dan mengasyikan. Entah kenapa, setiap memori itu menginginkan dan mengizinkan aku untuk memutarnya kembali dengan perasaan yang nyata. Seolah saking kerennya masa itu aku kembali dan menjadi diriku yang mungil, manis, dan juga lucu ( ah yang benul firman gak usah banyak bacot langsung aja keceritanya ndak usah ngejar nilai tambahan bu tenny biar...
Aku pertama kali tertarik dengan permainan angklung ketika aku masih TK, tepatnya waktu aku berumur 5 tahun. Saat itu aku tertarik dengan bagaimana orang orang bisa secara bergiliran membuat suatu lagu, bersama. saat akan dilaksanakan pementasan, aku yang masih kecil juga polos tapi lucu duh maaf garing ini, bukannya bermain angklung tapi malah mengikuti gerakan guru yang sedang memberi aba-aba. Momen itu menjadi momen lucu yang terpotret dalam perjalanan masa kecilku. Yap, benar benar "terpotret" karena potonya masih ada sampai sekarang di rumahku. Petualangan itu dilanjutkan saat aku mengenal angklung di masa smpku. Di SMPN 44, eskul angklung adalah salah satu kebanggaan besar dan merupakan eskul yang penuh dengan kualitas. Pelatihnya dikenal yang terbaik dan merupakan "tetua" mengenai angklung di kota Bandung. Dia master dan memang begitulah, ketika kami sedang memainkan lagu dia bisa menebak nada yang mana dan dimana k...