Skip to main content

Masa kecilku (yang indah) II: waktu aku merasakan "berbagi" untuk pertama kalinya


 Bersama keluarga ayah berpose dengan tampang paling bengeut sepanjang hidup. (yha, di kiri bawah masih kecil)




























Waktu aku masih kecil, semuanya terlihat kecil. Ya iyalah kan akunya juga kecil hehehe garing. Dan semua yang menjadi momen penting dimasa kecilku mungkin selalu terekam dengan baik di otak dan menjadi memori yang berkesan untuk diputar kembali sekarang. Masa kecilku adalah masa yang benar benar sederhana; kebahagiaan yang menghasilkan aku denganlucu,sehat, dan tersenyum. Tidak ada yang lebih, tiada lain yang kurang daripada semua itu.

Dan saat aku kecil, semua yang aku lakukan serasa sejuk dan mengasyikan. Entah kenapa, setiap memori itu menginginkan dan mengizinkan aku untuk memutarnya kembali dengan perasaan yang nyata. Seolah saking kerennya masa itu aku kembali dan menjadi diriku yang mungil, manis, dan juga lucu ( ah yang benul firman gak usah banyak bacot langsung aja keceritanya ndak usah ngejar nilai tambahan bu tenny biar panjang tulisannya xD garing xD)

=======================================================================

Udah itu intronya. Lumayan lah ya, yan? (ceurik aing. the End of an Era,yha)

Yang ku ingat sih, sederhana. Cerita ini dapat dibagi kedalam tiga bagian.

Pertama, saat aku menemani bapaku untuk membeli buku yang segaban banyaknya. Buku itu terdiri dari berbagai macam jenis dan kebanyakan sih, favoritku semua. Aku kira, bapak hendak membelikan buku-buku yang banyaknya bikin rujit itu untuk saya, mungkin hadiah karena setidaknya aku telah tumbuh menjadi anak yang normal dan gak terlalu nyungsep hidupnya. Betapa senang saya melihat semua kumpulan buku cerita pendek bergambar yang menceritakan tentang biografi para penemu (buku kesukaanku sampai sekarang) dan juga buku-buku cerita bergambar yang menarik tentang banyak topik sebanyak memori saya untuk melupakan semua itu.

Dan saya baca saja terus itu semua buku di toko buku sampai terhalusinasi oleh semua isinya, entah antara campuran terpana melihat buku komik kok sekeren itu, nafsu untuk menghabiskan semua halaman dari buku baru yang dipajang ditoko tapi gak disampul (kebiasaan sampai sekarang) dan untungnya saya dibuat teler oleh buku, bukan oleh te-em yha.

Kemudian ingatan dan memori ini terputus ketika Si bapak merusak mimpi anaknya yang fana dan indah ini dengan bergumam :  " De, buku ini semua bukan buat ade, tapi buat anak anak lain yang hendak bapak kasih di SD pageragung,'' (itu nama kampung halamanku)

Dan aku merasakan sesuatu hal yang nyeri. Aku belum pernah merasakannya, tapi aku mencoba untuk terbiasa dengan perasaan seperti ini.  Aku merasakan sakitnya kehilangan sesuatu yang "kupikir" adalah milikku, dan belajar untuk bijak memberikan semua itu kepada orang lain. Perasaan yang akan sering ku rasakan dan kudalami dalam-dalam indah sakitnya di kemudian hari.

=======================================================================

Di bagian ini, semuanya dibuat lebih sederhana.

Kedua, memori ku hanya mengingat saat aku telah tiba di pagerageung dan mulai menyusun acara untuk membagikan buku yang saat pertama dikira akan jadi miliku selamanya,tapi tidak. Dan yah semua perasaan sakit itu kan sudah hilang ya apalagi aing anak kecil kan yha mana mikirin rasa sakit,

tapi paling malasnya aku didaulat menjadi salah satu pengisi acara untuk menyaksikan buah cintaku itu untuk dilepaskan selamanya ke tangan tangan kecil yang mirip sepertiku, rakus dan tidak tau diri (perbedaan satu-satunya hanyalah bahwa itu bukanlah aku).

Aku dititah untuk mengaji agar upacara penyerahan properti miliku satu-satunya ini berjalan dengan semakin khidmat.

Lagi ngaji, malu banget waktu itu 

dan dengan malu-malu, aku ditarik-tarik mirip sapi qurban ke lapangan penjagalan yang ternyata adalah depan siswa-siswa cengangas dan cengeges yang teganya sudah merebut buku-buku yang kusayang itu dan tetap dengan tak kenal belas kasihan memaksaku untuk menghibur dan menyelamati mereka dengan hilangnya buku itu dari tanganku. Oh sinetronnya..........

Ga tau ini aing lagi ngapain sumpah 

Singkat cerita saya pun dengan malu malu melihat mereka, dan setelah beberapa kali kabur dan ditarik tarik oleh rekan kerja bapak-ku (ini kisah nyata dan tidak kutambah-tambah benar benarnya) untuk masuk ke depan kelas, saya pun tuntas mengaji di depan mereka.

Dan memori ini pun terbang dengan cepat, ketika buku buku yang bejibun itu, semua judul, kalimat dan alphabet Indonesianya itu. terlihat untuk terakhir kalinya agar menghilang dari mataku.

Dari ingatanku selama-lamanya,
dan dari masa kecilku, sekena-kenanya.
(karena masa kecil saya terbawa terus sampai sekarang dalam ingatan dan dalam pikiran naon sih Firman gaje firman meh -Red.)

Boss-nya bapak pingin ikut membuka acara pembagian buku 

=======================================================================

Ketiga, aku tidak ingat apa apa. Mungkin karena pikiranku sedang ngadat sumbat dan padat namun ingin menyelesaikan blog ini secepatnya, ( dan tidak akan melihat kebelakang lagi untuk setidaknya mengurus blog sesekali.-Red.)

Jadi yang saya ingat adalah pandangan anak-anak yang ayah saya bantu dengan memberikan buku bagi mereka, walaupun dalam ingatan saya (entah benar/entah tidak, ini terlalu dibumbui intrik) mereka tampak kurang senang bahwa bantuan kemanusiaan yang diberikan adalah buku yang merupakan investasi sepanjang hidup dan nampak lebih memilih diberikan sejumput uang tunai atau cilok bumbu keju yang dijual di lapangan depan kelas.(ini baru rekayasa, wahaha. Kamu gak pintar mengarang, Man!-Red)

Namun namanya juga anak kecil yang beringus terus, semua yang dikasih dia ambil juga. Buku-buku itu tampak begitu cemerlang dimata mereka dan semua kebaruannya-- harum bukunya, putih kertasnya dan sampul ketatnya-- semua nampak begitu keren di mata mereka!

Entah kenapa aku benar-benar yakin bahwa mereka memang membaca buku yang ayah berikan dan tidak berniat untuk menjadikannya sebagai kertas pembungkus gorengan.

Yang sebenarnya paling pasti adalah bahwa aku belajar untuk berbagi : belajar untuk hidup bersama manusia lain, menyelesaikan kesulitan mereka dan ikut bahagia melihat manusia lain bahagia-- Apa yang akan menjadi pendorong bagiku untuk tetap hidup, sampai sekarang.

Baru sadar ini ternyata pose saya yang paling rujit dan bengeut sepanjang hidup




Comments

Popular posts from this blog

Perjanjian yang dilakukan oleh Indonesia,janji janji palsu Belanda,dll.

PErjanjian yang dilakukan oleh Indonesia selama masa perjuangan Kemerdekaan (1945-1949) A.    Perjanjian Linggarjati Tempat : Desa Linggarjati,sebelah selatan Kota Cirebon 150 Km sebelah barat Dimulai pada : 11 November 1946 Dilaksanakan pada : 10 November-15 November 1946\ Hasil Perjanjian : 1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa dan Madura 2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat 1 Januari 1949 3. Pihak Belanda dan Indonesia sepakat membentuk Negara RIS 4. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam commonwealth/ persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala Uni Dipimpin oleh = Indonesia dipimpin oleh PM Sutan Syahrir                            Belanda dipimpin oleh Prof.S.Schmerhorn serta Dr.H.J.Van Mook       ...

Soal Soal latihan untuk kita semua!

Menjelang UTS ayo kita belajar berlatih dengan soal ! semangat dan berlatih dengan banyak banyak akan membuat anda mengingat pola soal dan jenis soalnya (oh the irony...)  pertama tama saya akan membagikan soal Kimia terlebih dahulu Kimia 1. Ryan memiliki Sebuah larutan HCl 0,01 M. Jika ia ingin mengukur pHnya tanpa menggunakan indikator? berapakah pHnya? Pembahasan Pertama tama kita hitung terlebih dahulu konsentrasi H nya, yaitu [H + ]=   10 -2   Rumus dari mencari pH : -Log[H + ] sehingga pH adalah : -(minus) Log [10 -2 ]  yang berarti : Sehingga,  pH = 2. 2. Bambang memiliki suatu ;arutan yang merupakan basa kuat monoprotik dengan pH = 13, tentukan konsentrasi basa kuat tersebut! Pembahasan Dikarenakan pH dalam keadaaan netral adalah sama dengan pOH, dan akan membentuk hasil 14 = pH=14-pOH. pOH= 1   [OH - ] = 10 -1   [OH - ] = a x Ma  10 -1       = 1 x Ma Maka, Ma = 0,1 M. Selanjutnya,kita akan...