Paris, Prancis,- Laporan Indeks Kepintaran dunia tahun 2015 yang dipublikasikan oleh OECD tanpa banyak kita ketahui telah diliris pada desember 2016 lalu. Laporan yang bernama PISA (
Programme for International Student Assesment) ini sempat mashyur dan dikenal pada tahun 2013 lalu setelah Indonesia mendapatkan hasil yang jeblok dari tes tersebut, yang secara resmi berusaha mengukur kemampuan siswa dalam pengetahuan dan materi pelajaran bagi siswa di seluruh dunia. Di tahun 2013, hasil tes menyebutkan bahwa Indonesia ada di peringkat ke 64 dari 65. Peringkat tersebut sangat rendah dan memalukan bagi Indonesia di Dunia Internasional khususnya, dan juga membuat sensasi tersendiri setelah soal yang cukup mashyur dalam PISA tahun 2012 tersebut diberikan Kemendikbud sebagai soal dari UN tahun 2013 dan tahun 2014.
 |
| Kontroversi Soal UN 2014 yang "menjiplak" langsung dari soal PISA tahun 2012 |
Bagaimana dengan performa siswa-siswi Indonesia dari hasil tes dan survey PISA 2015? Dari hasil tes dan evaluasi PISA 2015 performa siswa-siswi Indonesia masih tergolong rendah. Berturut-turut rata-rata skor pencapaian siswa-siswi Indonesia untuk sains, membaca, dan matematika berada di peringkat 62, 61, dan 63 dari 69 negara yang dievaluasi. Peringkat dan rata-rata skor Indonesia tersebut tidak berbeda jauh dengan hasil tes dan survey PISA terdahulu pada tahun 2012 yang juga berada pada kelompok penguasaan materi yang rendah.
 |
| Hasil Evaluasi OECD atas pendidikan Indonesia tahun 2015: Butuh Evaluasi |
hasil tersebut memberikan sebuah refleksi yang besar bagi Indonesia saat ini. Akankah Kita belajar dari kesalahan kita dimasa lalu dan mulai berbenah menghadapi generasi emas kita di tahun 2045?
atau kita akan menghancurkan diri kita dengan mulai tidak peduli dan membuat perubahan yang tidak ada artinya tanpa memikirkan siswa?
Comments
Post a Comment